Breakout atau jerawat adalah kondisi kulit yang cukup umum dan sering memengaruhi rasa percaya diri. Penyebabnya bisa beragam, tetapi salah satu faktor penting yang sering terabaikan adalah kandungan dalam skincare yang kamu gunakan. Agar kulit kamu terhindar dari breakout, berikut lima kandungan skincare yang dapat memicu munculnya jerawat.
Bahan pewangi banyak ditemukan dalam produk kecantikan. Meski memberi aroma sedap, fragrance bisa mengiritasi kulit sensitif dan memicu breakout. Kandungan ini juga dapat mengganggu keseimbangan pH kulit. Kalau kulitmu mudah berjerawat, sebaiknya pilih produk yang fragrance-free.
Mineral oil sering ada di pelembap dan lip balm. Sayangnya, bahan ini bersifat comedogenic atau mudah menyumbat pori-pori yang akhirnya memicu komedo dan jerawat. Kamu bisa memilih alternatif oil yang lebih ringan, seperti jojoba oil atau argan oil.
Silicone banyak dipakai dalam makeup dan skincare untuk memberi efek kulit lebih halus. Namun, bahan ini bisa membentuk lapisan yang menyumbat pori-pori dan membuat kulit sulit ‘bernapas’. Pada kulit berminyak atau acne prone, silikon bisa memperparah jerawat.
Sering ditemukan dalam toner, astringent, dan makeup remover. Alkohol memang memberi sensasi segar, tapi efeknya bisa membuat kulit kering dan iritasi. Ketika kulit terlalu kering, produksi minyak justru meningkat dan berpotensi menyumbat pori-pori.
SLS adalah bahan pembersih yang ada di sabun, sampo, dan beberapa cleanser. Namun, kandungan ini cukup keras untuk kulit dan dapat menyebabkan kulit kering serta iritasi. Sebaiknya pilih pembersih yang lebih lembut, misalnya yang mengandung glycerin atau aloe vera.
Jerawat dapat muncul karena banyak faktor, termasuk reaksi kulit terhadap kandungan tertentu dalam produk skincare. Karena itu, penting banget memilih produk yang sesuai dengan jenis kulit dan aman untuk digunakan jangka panjang.