Sup miso adalah salah satu hidangan khas Jepang yang populer rasanya gurih, hangat, dan kaya umami membuatnya cocok disantap kapan saja mulai dari sarapan sampai makan malam. Meski bahan dan prosesnya terlihat sederhana, ada beberapa hal yang bisa membuat sup miso buatanmu terasa lebih autentik.
Pasta miso punya beberapa varian, dan masing-masing punya rasa khas. Shiro miso (putih) rasanya ringan dan sedikit manis, cocok untuk pemula. Aka miso (merah) punya rasa lebih kuat dan asin, sementara awase miso adalah campuran keduanya yang seimbang. Bereksperimen dengan berbagai jenis miso bisa membuat rasa sup lebih unik.
Kunci rasa sup miso ada pada kaldunya. Dashi tradisional dibuat dari kombu (rumput laut kering) dan katsuobushi (serutan ikan cakalang kering). Membuatnya segar di rumah akan menghasilkan aroma yang lebih kaya. Kalau ingin praktis, dashi instan juga bisa digunakan, tapi tambahkan sedikit kombu atau katsuobushi untuk memperdalam rasanya.
Jangan menambahkan miso saat kuah mendidih karena bisa mengubah rasa dan menghilangkan nutrisinya. Triknya, matikan api lebih dulu, larutkan miso di mangkuk kecil dengan sedikit kuah panas, lalu tuang kembali ke dalam panci.
Sup miso klasik biasanya berisi tofu, wakame, dan daun bawang. Untuk variasi, kamu bisa menambahkan jamur enoki, wortel iris tipis, bayam Jepang, lobak daikon, atau kentang. Masukkan bahan yang lebih keras sebelum miso agar matang sempurna.
Sup miso paling enak dinikmati selagi panas. Jika disimpan terlalu lama, miso akan mengendap dan beberapa bahan bisa berubah tekstur. Kalau membuat untuk porsi besar, simpan dashi dan miso secara terpisah, lalu campurkan sesaat sebelum disajikan.
Sup miso memang sederhana, tapi dengan memperhatikan lima hal ini, cita rasa dan aromanya bisa mendekati versi autentik ala Jepang. Selamat mencoba.